Selasa, 18 Oktober 2011
Suatu sore, seorang anak menghampiri
ibunya didapur. Kemudian anak itu menyerahkan selembar kertas yang telah
ditulisnya.
Setelah sang ibu mengeringkan tangannya
dengan celemek, lalu ia membaca tulisan itu dan inilah isinya :
Untuk
memotong rumput, dua ribu rupiah
Untuk
membersihkan kamar tidur, seribu rupiah
Untuk
pergi ke took disuruh ibu, lima
ratus rupiah
Untuk
menjaga adik waktu ibu belanja, lima
ratus rupiah
Untuk
membuang sampang, seribu rupiah
Untuk
nilai raport yang bagus, tiga ribu rupiah
Untuk membersihkan dan menyapu halaman,
lima ratus rupiah
Jadi
utang ibu = delapan ribu lima
rupiah
Sang
ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam
benak sang ibu, kemudian ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya, lalu ia
menulis:
Untuk
sembilah bulan ibu mengandung kamu, GRATIS
Untuk
semua malam ibu menemani kamu, GRATIS
Untuk
mengobati kamu dan mendoakan kamu, GRATIS
Untuk
semua saat susah dan air mata dalam mengurusmu, GRATIS
Untuk
semua jumalah harga cinta ibu, GRATIS
Untuk
mainan, makanan dan baju, semua GRATIS
Anakku
andainya kamu menjumlahkan semua, andai kau dapati semuanya GRATIS
Seusai
membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata kemudian sang
anak menatap wajah ibunya, ia berkata : “Bu, aku sayang sekali sama ibu”
lalu anak itu mengambil bolpoin dan menulis sebuah kata dengan huruf besar
“LUNAS”
Dikutip dari bulletin Al Islam
Label: Renungan
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)